Untab Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Kediri
Kegiatan ini melibatkan tiga fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST), yang memberikan edukasi pengelolaan sampah sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Untab mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular.
Dari Fakultas Hukum, disampaikan I Wayan Jekalaya,SH.,MH
yang memberikan edukasi mengenai pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap pengelolaan sampah, penguatan regulasi desa, serta sinergi pengelolaan
Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Upaya ini diharapkan
mampu mendukung terwujudnya Desa Kediri yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Sementara itu, dari Fakultas Sains dan Teknologi dipaparkan
I Gede Krisna Wardana, SP.,MP yang memberikan pelatihan pengolahan sampah
organik menjadi pupuk padat dan pupuk cair siap pakai. Teknologi sederhana yang
diperkenalkan diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai solusi dalam
mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai guna.
Di sisi lain, Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengusung program
Gerakan Desa Wisata Kediri Sadar Sampah Melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Berbasis Ekonomi Sirkular. Disampaikan Dr. I Gusti Ayu Lia Yasmita, SE.,ST,M.Si
yang juga Wakil Dekan FST, memaparkan tujuan Program ini untuk membangun
kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada
kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan
pendapatan masyarakat.
Kepala Desa Kediri, I Ketut Edi Suastawan, SH, menyambut
baik pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai
pengelolaan sampah sangat relevan dengan program yang saat ini terus didorong
Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan
berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah
terjalin antara Pemerintah Desa Kediri dan Universitas Tabanan di berbagai
bidang. Kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat desa.
“Astungkara kerjasama dengan Universitas Tabanan sudah
berjalan dengan baik, yang berjalan disegala lini sehingga potensi yang ada di
desa Kediri mendapat pembinaan secara langsung dari Universitas
Tabanan,”ucapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Tabanan, I Made Hary Kusmawan, SE, M.Si, menjelaskan bahwa kerja sama antara
Untab dan Desa Kediri telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang
mencakup tiga program utama, yaitu pelaksanaan pembelajaran mahasiswa, pemetaan
potensi dan pencarian solusi terhadap berbagai permasalahan desa melalui
kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan ilmu pengetahuan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Harry, implementasi kerja sama tersebut diwujudkan
melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Konsep ini
diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dari sampah sehingga membuka peluang
ekonomi baru bagi masyarakat.
“Edukasi dan pendampingan masyarakat dalam mengelola serta
mengurangi volume sampah dari sumbernya. Konsep sirkulernya ini mengubah sampah
organik dan anorganik menjadi produk bernilai ekonomis tinggi seperti pupuk,
kompos atau kerajinan tangan. Hal ini juga akan menciptakan lingkungan desa
wisata Kediri yang bersih dan sehat serta memiliki daya tarik estitika bagi
wisatawan,”ucapnya.
Harry Kusmawan menambahkan sebagai bentuk komitmen
keberlanjutan program, Universitas Tabanan akan melakukan monitoring dan
evaluasi secara berkala terhadap dampak penerapan ekonomi sirkular di Desa
Kediri. Selain itu, Untab juga akan menempatkan mahasiswa dalam program magang
di Desa Kediri sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pendampingan
kepada masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa,
dan masyarakat, program pengabdian ini diharapkan mampu menjadi model
pengelolaan sampah berbasis edukasi, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi yang
berkelanjutan, sehingga Desa Kediri dapat berkembang sebagai desa yang bersih,
hijau, sekaligus memiliki daya saing ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir Dekan FST Untab I Nyoman
Ariana Guna, SE, M.Agb , Wakil Dekan Fakultas Hukum Dr. Putu Eka Pitriyantini,
S.H.,M.H , Wakil Dekan FST Dra. Ni L Pt. Budiari, M.MA serta Kepala LP2M Untab
I Nyoman Gede Marta, S.E.,M.Si serta sejumlah dosen dilingkungan Universitas
Tabanan.
